M .Mursyidin Resmi Mengundurkan Diri dari Ketua PSR, Ini Sosok Penggantinya.

Maniangpajo – Ketua Pusat Studi Rakyat (PSR), Muhammad Mursyidin Arif menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Ketua Pusat Studi Rakyat (PSR) setelah dilantik menjadi komisioner KPU Kabupaten Wajo.

Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat terakhir bersama pengurus Pusat Studi Rakyat (PSR) yang digelar di sekretariat wilayah PSR di Maniangpajo Kab. Wajo. (3/1/2019)

M. Mursyidin Arif mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan KPU tentang persyaratan calon anggota KPU Kabupaten / kota bahwa bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Hal ini dimaksudkan agar semua anggota KPU yang terpilih dapat bersifat netral.

“Sejak terpilih menjadi anggota KPU, tentu menjadi sebuah keharusan bagi saya untuk meletakkan jabatan Ketua di PSR dikarenakan aturan sebagai penyelenggara pemilu yang mengharuskan komisioner bersifat netral”, ucapnya.

Ia pun menambahkan, bahwa dengan terpilihnya Muhammad Suyudi sebagai Ketua yang baru tentu diharapkan dapat menggerakkan PSR dengan kegiatan kegiatan yang lebih berkualitas serta tidak mengubah arah pergerakan PSR di desa-desa yang telah lama menjadi ciri khas PSR. Semoga apa yang menjadi rencana strategis sejak saya terpilih sebagai ketua PSR dapat dijalankan dengan baik dan tetap dipertahankan. Selebihnya, saya berharap kepada teman-teman di PSR, dapat bersinergi dengan kami di KPU Wajo untuk mensukseskan pemilu 2019.

“Sekarang jabatan Ketua diamanahkan kepada Muhammad Suyudi. Jadi, organisasi tetap berjalan normal sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Muhammad Suyudi yang ditunjuk sebagai Ketua PSR mengatakan bahwa teman teman tentu harus tetap menjaga paradigma berpikir kita sebagai sebuah lembaga yang menawarkan solusi untuk warga desa dan memberi penguatan terhadap kedaulatan rakyat. Selain itu, sikap optimis dan berani berinisiatif tentu harus kita bangun terutama untuk generasi muda di desa karena sejak awal PSR terbentuk atas inisiatif anak-anak muda desa. Berani berinisiatif merupakan gerak awal untuk memunculkan ide kreatif sehingga kegiatan-kegiatan di PSR tetap ada dan dapat terus eksis kedepannya.

“Yang harus saya bangun kedepan adalah paradigma berpikir anak muda desa tentang optimisme dan berani berinisiatif,” tutupnya.